PELUANG USAHA 2021 SANGAT MENJANJIKAN ~ MENANAM SELADA DENGAN CARA HIDROPONIK BISA DI COBA DI RUMAH
PELUANG USAHA 2021 SANGAT MENJANJIKAN
MENANAM SELADA DENGAN CARA HIDROPONIK
BISA DI COBA DI RUMAH
Menanam sayuran dengan cara hidroponik sekarang lagi tren. Salah
satunya menanam selada. Hidroponik merupakan budidaya menanam dengan
memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah, cara ini menekankan pada pemenuhan
kebutuhan nutrisi tanaman.
Dengan cara
hidroponik ini, air yang dibutuhkan pun lebih sedikit daripada menanam dengan
tanah. Jadi, ini sangat cocok jika diterapkan pada daerah dengan pasokan air
terbatas. Nah, penasaran dengan cara menanam selada hidroponik?
1. Persiapan alat dan bahan
Langkah awal adalah mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, di
antaranya:
a. Tandon: Tandon adalah tempat atau wadah penampung larutan nutrisi
hidroponik, bentuknya tergantung bahan yang tersedia. Bisa ember, kaleng, botol
bekas, baskom, atau box styrofoam.
b. Pot: Bisa menggunakan pot bentuk apa saja, seperti net pot, cup bekas air mineral, atau cup plastik lainnya.
c. Sumbu: Sumbu yang paling ideal untuk tanaman hidroponik adalah kain
flanel. Ini fungsinya untuk menaikkan larutan nutrisi dari tandon menuju media tanam.
d. Nutrisi selada hidroponik gunakan nutrisi ab mix.
e. Siapkan benih selada secukupnya sesuai kebutuhan.f. Media tanam hidroponik bermacam-macam, contohnya rockwoll, arang sekam, atau cocopeat.
g. TDS atau EC Meter, alat untuk mengukur kepekatan (PPM) larutan
nutrisi hidroponik (optional).
h. Air baku, yakni air yang PPM-nya tidak lebih dari 150 sampai 200. Contoh air yang baik untuk hidroponik adalah air sumur, air sungai atau air buangan AC. Jika terpaksa boleh pakai air PAM, tapi harus diendapkan terlebih dahulu selama seminggu.
2. Persiapan bibit
Pilihlah varietas yang sesuai dengan keadaan atau iklim untuk bertanam selada. Jika
menanam di dataran tinggi, pilih benih yang toleran terhadap hawa sejuk,
sebaliknya jika di dataran rendah atau menengah, gunakan benih yang toleran
terhadap cuaca panas.
3. Cara menanam
Siapkan tandon, larutan nutrisi, pot, sumbu, dan media tanam. Pasang
sumbu yang berupa kain flanel pada pot dengan panjang sumbu disesuaikan dengan
kedalaman tandon. Usahakan sumbu menyentuh dasar tandon. Lalu buka polybag
bibit selada yang sudah disemai dengan hati-hati, jangan sampai akarnya rusak
atau putus. Masukkan bibit ke dalam pot dan isi pot dengan media tanam hingga
penuh, setelah itu letakkan pot pada tandon. Berikan larutan nutrisi hidroponik
dengan dosis rendah.
Selada yang baru ditanam diletakkan pada tempat yang teduh selama 2
hingga 3 hari agar beradaptasi dulu. Kemudian kenalkan dengan sinar matahari
secara bertahap. Jika cuaca terlalu panas, letakkan tanaman selada hidroponik
di bawah naungan paranet.
4. Jarak tanam selada hidroponik
Jarak tanam selada hidroponik yakni 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. Box
styrofoam yang gunakan adalah box bekas buah anggur yang ukurannya 40 x 60 cm.
Satu box ini cukup untuk enam lubang tanam atau enam buah pot, dengan jarak 20
x 20 cm.
5. Dosis PPM larutan nutrisi untuk selada hidroponik
a. Saat selada berumur 1 - 7 HST (hari setelah tanam), gunakan larutan
nutrisi hidroponik dosis rendah, yaitu 500 PPM.
b. Saat selada berumur 8 - 14 HST, naikkan dosis nutrisi selada
hidroponik menjadi 700 PPM.
c. Selada berumur 15 - 21 HST, naikkan lagi dosis nutrisi menjadi 900
PPM.
d. Selada berumur 22 HST hingga panen, dosis 900 PPM.
6. Perawatan dan pemeliharaan
Yang terpenting dalam perawatan selada hidroponik adalah pastikan selalu
mendapat sinar matahari yang cukup, serta memberikan nutrisi sesuai yang
dibutuhkan. Jika tandon yang digunakan berukuran kecil, sering-sering cek
larutan nutrisi, jangan sampai nutrisinya habis.
Usahakan suhu larutan nutrisi di dalam tandon tetap stabil. Suhu larutan
nutrisi yang terlalu tinggi bisa mengganggu pertumbuhan tanaman selada, bahkan
bisa menyebabkan layu dan mati.
Jika tandon yang digunakan terbuat dari bahan plastik atau kaleng,
lindungi tandon dengan busa atau kain handuk yang dibasahi agar sinar matahari
tidak menembus tandon. Sinar matahari yang menyengat bisa meningkatkan suhu
larutan nutrisi.
Paling aman gunakan box styrofoam yang tidak dapat ditembus panas
matahari. Box styrofoam ini juga punya kelebihan bisa menjaga suhu larutan
nutrisi tetap stabil meski di siang hari yang terik. Sementara itu, tandon yang
terbuat dari bahan plastik atau kaleng cenderung lebih cepat panas dan
menyebabkan suhu larutan nutrisi naik dengan cepat.
7. Cara mengendalikan hama
Jika tanaman selada hidroponik yang dibudidayakan hanya sedikit, hama maupun
penyakit bisa dikendalikan secara manual. Namun jika tidak memungkinkan,
lakukan penyemprotan menggunakan pestisida nabati. Sebisa mungkin jangan
gunakan pestisida kimia.
8. Umur panen
Bibit selada hidroponik ditanam pada umur 35 hari setelah semai. Kemudian butuh waktu 23 hari untuk selada akhirnya panen dan bisa dikonsumsi. Jika ditotal, maka dibutuhkan waktu 58 hari untuk menanam selada hidroponik dari proses awal hingga bisa dikonsumsi.









0 Comments